KKN Dalam Kato Adaik
Catatan Mak Jamil Labai Sampono
Ada hal yang luar biasa dari pituah adat lama pusaka usang yang sudah turun-temurun dari dahulu. Bahkan literasi ini, dari berabad-abad lalu, mampu bertahan melampaui zamannya, sehingga banyak filosofi adat Minang sampai kini digali oleh para pakar dan pemikir.
Di bawah ini adakah untaian filosofi adat yang menyinggung soal perilaku menyimpang seperti koruptor dan pencuri (maliang).
Pertama:
"Payokumbuh baladang kunik, dibao nak urang Kuantan. Tak namuah kuniang dek kunik, tak namuah lamak dek santan."
Uraiannya:
Seorang pimpinan tidak mudah terpengaruh oleh siapa pun, oleh bujukan apa pun, kalau tidak di jalan yang benar (nan bana). Indak silau dek ameh, indak runtuah dek goyak. Istikamah dalam menjalankan tugas kepemimpinan tanpa harus tergiur dengan materi dan bujukan.
Kedua:
"Paga makan tanaman, tungkek mambao rabah, pawang mamacah timbo."
Uraiannya:
Seorang pejabat atau pimpinan yang menyalahgunakan jabatan dan kewajiban tanggung jawab serta tugas yang diamanahkan kepada beliau. Seharusnya dia menjaga dan tidak melakukan penyimpangan, malah dia pula yang melakukan kesalahan. Seharusnya menjadi contoh, tetapi malah dia yang melanggar sumpahnya sendiri.
Ketiga:
"Pilin kacang nak mamanjek, pilin jariang nak barisi."
Uraiannya:
Seorang pejabat atau pimpinan yang tidak punya iktikad baik dalam memimpin rakyatnya, hanya untuk kepentingan pribadi (ada udang di balik batu). Dalam istilah syarak, ini adalah niat yang tidak ikhlas.
Padang Panjang, 21 September 2026
Posting Komentar