Telusuri
  • Berita Terkini
  • Profil
  • Movies
  • News
katonanampek.com
  • Beranda
  • Video
    • Semua Video
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
  • Kategori
    • Berita Terkini
    • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Olahraga
  • Menu
    • 🏠 Beranda
    • Bukittinggi
    • Kabupaten Agam
    • Sumatera Barat
    • Nasional
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Motivasi
    • Opini
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    • Privacy Policy
Telusuri
Beranda NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA

NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA

adm
adm
27 Sep, 2026 0 0
NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Anda mungkin menyukai postingan ini


Oleh: Muhammad Jamil Labai Sampono (Penulis dan Pengurus LKAAM Sumbar)

KATONANAMPEK,— Istilah nan ampek atau yang empat tidaklah asing dalam filosofi adat Minangkabau. Berbagai tatanan kehidupan adat mengenal konsep empat ini, mulai dari kato nan ampek, langgam nan ampek, adaik nan ampek, urang nan ampek, jinih nan ampek, hingga kepribadian dan tugas penghulu nan ampek.

Namun, di samping kekayaan filosofi adat Minangkabau, ajaran Islam melalui hadis Rasulullah SAW juga mengenalkan konsep empat sifat mulia. Empat sifat ini menjadi pegangan penting untuk menciptakan kedamaian dalam hidup badunsanak (bersaudara) dan berkaum, sekaligus menjadi jaminan agar seseorang terhindar dari api neraka.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?" Para sahabat menjawab, "Mau, wahai Rasulullah!" Beliau menjawab: "Yang haram tersentuh api neraka adalah orang yang Qarib, Hayyin, Layyin, dan Sahl."

Hadis ini menegaskan bahwa akhlak terpuji merupakan jalan utama menuju surga dan penghalang dari siksa neraka. Seseorang dapat dikatakan berakhlak mulia apabila memiliki empat karakter utama tersebut:

Pertama, Qarib (Dekat dan Ramah).
Dalam kehidupan bersaudara dan bermasyarakat, sosok yang qarib dikenal supel, ramah, dan mudah diajak bicara. Alam pikirannya lapang, tidak sempit, serta menyenangkan bagi orang lain. Ia bukan pribadi yang cuek, dingin, atau gampang berpaling. Karakter ini ditandai dengan wajah yang murah senyum, berseri-seri, dan santun, sehingga kerabat dan kawan merasa nyaman di dekatnya.

Kedua, Hayyin (Tenang dan Teduh).
Hayyin merujuk pada pribadi yang memiliki ketenangan serta keteduhan lahir dan batin. Karakter ini ditandai dengan emosi yang stabil, tidak gampang marah atau pamburansang. Saat dihadapkan pada masalah, ia selalu mempertimbangkannya dengan matang, serta jauh dari sifat suka memaki, melaknat, atau mudah tersulut oleh berita simpang siur.

Ketiga, Layyin (Lembut dan Santun).
Layyin adalah sosok yang lembut dan kalem, baik dalam bertutur kata maupun bertindak. Ia tidak bersikap kasar, tidak berniat menang sendiri, dan selalu menata perilakunya dengan rapi. Orang yang layyin tidak suka memaksakan pendapat, jiwanya tenang, tidak pendendam, serta jauh dari penyakit hati.

Keempat, Sahl (Memudahkan dan Baik Hati).
Sahl menggambarkan orang yang suka memudahkan urusan orang lain dan tidak suka mempersepelekan atau memperkeruh suasana. Ia selalu membawa solusi untuk setiap permasalahan, tidak berbelit-belit, dan tidak membuat orang lain merasa enggan mendekat. Sifat sahl te hisat dalam kemauan untuk membantu, gemar berbagi kepada dunsanak, serta jauh dari sifat kikir dan pelit.

Penerapan empat sifat mulia ini dalam kehidupan bekaum dan bermasyarakat menjadi wujud nyata dari perjumpaan antara adat dan syarak (adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah). Mengamalkan prinsip nan ampek ini tidak hanya mempererat ikatan silaturahmi di dunia, tetapi juga diharapkan mampu membawa keselamatan di akhirat kelak.




Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar


kato Mandaki

  • budaya minang

Total Tayangan Halaman

Featured Post

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS

adm- Oktober 07, 2026 0
Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS
KATONANAMPEK,Bukittinggi-- Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mewujudkan keluarga yang harmonis, kokoh dan berlandaskan nilai-nil…

arsip

  • 202666

Cari Blog Ini

Most Popular

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS

Oktober 07, 2026
Kemenag Bukittinggi Terima Kunjungan PLN UP3, Perkuat Sinergi Program Kemaslahatan Umat

Kemenag Bukittinggi Terima Kunjungan PLN UP3, Perkuat Sinergi Program Kemaslahatan Umat

Juli 30, 2026
NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA

NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA

September 26, 2026
katonanampek.com

Tentang Kami

Media Informasi, edukasi, dan inspirasi yang menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan, peluang, dan perkembangan terkini. Dengan semangat profesionalisme dan inovasi, kami terus berupaya menghadirkan konten yang informatif, mencerdaskan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembaca di seluruh Indonesia. .

Contact us: adm@detikjamgadang.com
Copyright©2026 katonanampek.com