Telusuri
  • Berita Terkini
  • Profil
  • Movies
  • News
katonanampek.com
  • Beranda
  • Video
    • Semua Video
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
  • Kategori
    • Berita Terkini
    • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Olahraga
  • Menu
    • 🏠 Beranda
    • Bukittinggi
    • Kabupaten Agam
    • Sumatera Barat
    • Nasional
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Motivasi
    • Opini
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    • Privacy Policy
Telusuri
Beranda KONSEP HIJRAH DALAM ADAT DAN SYARIAT [ABS SBK_ ] KONSEP HIJRAH DALAM ADAT DAN SYARIAT [ABS SBK_ ]

KONSEP HIJRAH DALAM ADAT DAN SYARIAT [ABS SBK_ ]

adm
adm
01 Agu, 2026 0 0
KONSEP HIJRAH DALAM ADAT DAN SYARIAT [ABS SBK_ ]
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Anda mungkin menyukai postingan ini

Catatan M. Jamil S.Ag Labai sampono(Pengurus LKAAM SUMBAR)

KATONANAMPEK,Konsep merantau[Hijrah] dalam Islam dan Adat minangkabau sudah ada sejak dulunya, 
Dalam adat ada (istilah, karatau madang daulu, babuah babungo balun,, Marantau bujang dahulu

Bedanya adalah "Hijrah Pada masa Awal islam adalah untuk menyelamatkan umat , iman dan mendakwahkan Islam."

Hijrah merantau di minangkabau, dalam rangka mengubah nasib dan ekonomi, karena diminang laki laki tidak memakai Harato Pusako sebagai sumber ekonomi dan kebutuhan pokok, dan di pakai oleh padusi atau perempuan. Maka laki laki di minang harus hijrah merantau demi perbaikan nasib.

Persamaannya adalah,
Sebelum merantau anak minang terlebih dahulu di didik agama di surau.

 *Melihat gelombang Hijrah(merantau) awal islam* 

Perjalanan hijrah para sahabat Nabi Muhammad SAW ke Madinah (Yatsrib) terjadi secara bertahap dalam tiga kloter utama untuk menghindari kejaran kaum kafir Quraisy. Proses ini berlangsung dari tahun ke-13 kenabian (622 M), dimulai dengan keberangkatan kaum Muslimin gelombang pertama hingga rombongan penutup Rasulullah.

1. Gelombang Pertama: Berangkat Sembunyi-sembunyiPara sahabat yang hijrah pada gelombang awal berangkat secara diam-diam dan dalam kelompok kecil agar tidak diketahui oleh kafir Quraisy.Tokoh awal: Menurut riwayat Ibnu Ishaq dan sejarawan lain, tokoh yang tercatat paling awal sampai di Madinah adalah Abu Salamah bin Abdul Asad dan Amir bin Abi Rabiah beserta istrinya, Laila.
Sahabat lain: Menyusul kemudian sahabat seperti Mush'ab bin Umair, Abdullah bin Ummi Maktum, Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir, dan kelompok sahabat lainnya. Mereka berjalan mendahului Nabi SAW untuk menyelamatkan agama dan kaum mereka.

2. Gelombang Kedua: Kloter Terang-terangan (Umar bin Khattab)Berbeda dengan kloter pertama yang sembunyi-sembunyi, kloter kedua berangkat secara terang-terangan karena dikomandoi oleh sosok yang pemberani.Tokoh utama: Umar bin Khattab.Kisah keberangkatan: Umar menantang kaum kafir Quraisy dengan melakukan tawaf di Ka'bah dan mengumumkan keberangkatannya. Ia mempersilakan siapa saja yang berani menghalanginya untuk menemui akibatnya, yang membuat kafir Quraisy tidak berani mengejar rombongannya.

3. Gelombang Terakhir: Rasulullah SAW dan Abu BakarSetelah sebagian besar sahabat dan Muhajirin tiba di Madinah, Makkah praktis menyisakan Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, dan beberapa muslim yang ditahan.Perjalanan: Rasulullah dan Abu Bakar berhijrah dengan strategi berbalik arah menuju Gua Tsur di selatan Makkah untuk mengelabui pengejar. Mereka bersembunyi selama tiga malam sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dan tiba di Quba, Madinah.Ali bin Abi Thalib: Sebelum berangkat, Rasulullah menugaskan Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan beliau tidur di kasur dan mengembalikan seluruh barang amanah titipan masyarakat Makkah kepada pemiliknya. Ali menyusul berhijrah ke Madinah setelah tugasnya selesai

Perjalanan hijrah para sahabat Nabi Muhammad SAW ke Madinah (Yatsrib) terjadi secara bertahap dalam tiga kloter utama untuk menghindari kejaran kaum kafir Quraisy. Proses ini berlangsung dari tahun ke-13 kenabian (622 M), dimulai dengan keberangkatan kaum Muslimin gelombang pertama hingga rombongan penutup Rasulullah.1. Gelombang Pertama: Berangkat Sembunyi-sembunyiPara sahabat yang hijrah pada gelombang awal berangkat secara diam-diam dan dalam kelompok kecil agar tidak diketahui oleh kafir Quraisy.

Tokoh awal: Menurut riwayat Ibnu Ishaq dan sejarawan lain, tokoh yang tercatat paling awal sampai di Madinah adalah Abu Salamah bin Abdul Asad dan Amir bin Abi Rabiah beserta istrinya, Laila.Sahabat lain: Menyusul kemudian sahabat seperti Mush'ab bin Umair, Abdullah bin Ummi Maktum, Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir, dan kelompok sahabat lainnya. Mereka berjalan mendahului Nabi SAW untuk menyelamatkan agama dan kaum mereka.

2. Gelombang Kedua: Kloter Terang-terangan (Umar bin Khattab)Berbeda dengan kloter pertama yang sembunyi-sembunyi, kloter kedua berangkat secara terang-terangan karena dikomandoi oleh sosok yang pemberani.Tokoh utama: Umar bin Khattab.Kisah keberangkatan: Umar menantang kaum kafir Quraisy dengan melakukan tawaf di Ka'bah dan mengumumkan keberangkatannya. Ia mempersilakan siapa saja yang berani menghalanginya untuk menemui akibatnya, yang membuat kafir Quraisy tidak berani mengejar rombongannya.3. Gelombang Terakhir: Rasulullah SAW dan Abu BakarSetelah sebagian besar sahabat dan Muhajirin tiba di Madinah, Makkah praktis menyisakan Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, dan beberapa muslim yang ditahan.Perjalanan: Rasulullah dan Abu Bakar berhijrah dengan strategi berbalik arah menuju Gua Tsur di selatan Makkah untuk mengelabui pengejar. Mereka bersembunyi selama tiga malam sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dan tiba di Quba, Madinah.Ali bin Abi Thalib: Sebelum berangkat, Rasulullah menugaskan Ali bin Abi Thalib untuk menggantikan beliau tidur di kasur dan mengembalikan seluruh barang amanah titipan masyarakat Makkah kepada pemiliknya. Ali menyusul berhijrah ke Madinah setelah tugasnya selesai

Padang Panjang
11 Muhamram 1448
24 Juni 2026
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

kato Mandaki

  • budaya minang

Total Tayangan Halaman

Featured Post

Menata Kota Tanpa Harus Menebang Pohon

adm- Agustus 25, 2026 0
Menata Kota Tanpa Harus Menebang Pohon
Oleh Dr. Gusrizal Pemerhati Lingkungn KATONANAMPEK BUKITTINGGI — Di banyak kota besar dunia, pohon tua bukan dianggap penghalang pembangunan. Ia j…

arsip

  • 202655

Cari Blog Ini

Most Popular

PERINGATAN MAULID DALAM ADAT DAN SYARIAT

PERINGATAN MAULID DALAM ADAT DAN SYARIAT

Agustus 22, 2026
BRUS: Bekali Remaja dengan Pemahaman Keagamaan dan Karakter Positif

BRUS: Bekali Remaja dengan Pemahaman Keagamaan dan Karakter Positif

Agustus 19, 2026
PETITIH ADAT

PETITIH ADAT

Agustus 24, 2026
katonanampek.com

Tentang Kami

Media Informasi, edukasi, dan inspirasi yang menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan, peluang, dan perkembangan terkini. Dengan semangat profesionalisme dan inovasi, kami terus berupaya menghadirkan konten yang informatif, mencerdaskan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembaca di seluruh Indonesia. .

Contact us: adm@detikjamgadang.com
Copyright©2026 katonanampek.com