PERINGATAN MAULID DALAM ADAT DAN SYARIAT
Oleh: Muhammad Jamil, S.Ag (Labai Sampono)
Guru Mulok Keminangkabauan dan Pengurus LKAAM Sumbar
Dasar Hukum dan Dalil Syarak
QS. Ali 'Imran: 164
Penegasan bahwa nikmat terbesar Allah SWT kepada orang beriman adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW.
لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ
"Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri..."
QS. Al-Anbiya': 107
Penjelasan misi utama risalah Nabi Muhammad SAW.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam."
Landasan Filosofi Adat
Simuncak mati tarambau,
Ka ladang mambaok ladiang lakok,
Lah pao kaduonyo.
Adaik jo syarak di Minangkabau,
Umpamo aua jo tabiang,
Sanda-manyanda kaduonyo.
Peringatan kelahiran Manusia Agung, Rasulullah SAW, pada setiap bulan Rabiulawal telah menjadi tradisi religius yang melekat di Minangkabau melalui berbagai acara seremonial adat.
Mengambil iktibar (pelajaran/hikmah) dari perayaan Maulid Nabi dalam konsep adat Minangkabau merupakan perwujudan nyata dari filosofi dasar "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK). Perayaan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum bertemunya nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Minangkabau yang saling menguatkan.
Iktibar Utama Perayaan Maulid Nabi di Ranah Minang
Ketaatan pada Prinsip "Adat Nan Kawi, Syarak Nan Lazim"
Tradisi Maulid menegaskan bahwa adat Minangkabau memposisikan Islam sebagai pemandu utama kehidupan. Segala bentuk aturan adat harus tunduk dan bersumber pada syariat Islam. Peringatan ini menjadi pengingat tahunan bagi masyarakat untuk menyelaraskan perilaku hidup dengan keteladanan (uswatun hasanah) Nabi Muhammad SAW.
Penguatan Solidaritas melalui Tradisi Malamang dan Bajamba
Di wilayah seperti Padang Pariaman, perayaan Maulid diwarnai tradisi membuat lamang (malamang) dan makan bersama (makan bajamba).
Malamang: Proses bergotong-royong mengumpulkan kayu bakar, bambu, dan beras ketan.
Makan Bajamba: Duduk melingkar dan makan bersama tanpa membedakan kasta.
Iktibar: Meneladani sifat sosial Rasulullah yang mengutamakan ukhuwah, memupuk kebersamaan (saeto sairiang), serta menerapkan adab makan yang santun sesuai sunah.
Pelestarian Literasi dan Syiar Islam lewat Badikia atau Salawat Dulang
Malam peringatan Maulid diisi dengan Badikia (mendendangkan selawat dan riwayat hidup Nabi sepanjang malam) atau kesenian Salawat Dulang.
Iktibar: Mengambil pelajaran dari perjuangan, akhlak, dan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW sebagai media edukasi kultural bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri religius di tengah arus modernisasi.
Harmonisasi Peran Tigo Tungku Sajarangan dan Urang Jinih Nan 4
Kesuksesan perayaan Maulid di nagari melibatkan kerja sama sinergis antara Niniak Mamak (pemimpin adat), Alim Ulama (pemimpin agama), Cadiak Pandai (kaum intelektual), serta dukungan dari Bundo Kanduang.
Iktibar: Mencontoh kepemimpinan Rasulullah yang kolaboratif dan merangkul semua elemen masyarakat demi kedamaian serta kesejahteraan bersama di nagari.
Padang Panjang, 9 Rabiulawal
Posting Komentar