Telusuri
  • Berita Terkini
  • Profil
  • Movies
  • News
katonanampek.com
  • Beranda
  • Video
    • Semua Video
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
  • Kategori
    • Berita Terkini
    • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Olahraga
  • Menu
    • 🏠 Beranda
    • Bukittinggi
    • Kabupaten Agam
    • Sumatera Barat
    • Nasional
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Motivasi
    • Opini
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    • Privacy Policy
Telusuri
Beranda adat budaya PBM ADAT TANPA GURU ADAT.
adat budaya

PBM ADAT TANPA GURU ADAT.

adm
adm
05 Sep, 2026 0 0
PBM ADAT TANPA GURU ADAT.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Anda mungkin menyukai postingan ini

 

Catatan Muhammad jamil S.Ag. labai sampono.

Penulis dan pengurus LKAAM SUMBAR

Pasca keluarnya UU nasional no 17 /2022, abs sbk adat salingka nagari di Sumbar maka dibuka kesempagan selebar lebarnya utk lemajuan adat, namunnpersolan muncul karena tidak ada guru profesioanal jurusan adat.



Maka ada beberapa langkah antisipasi terhadap guru adat COKOKOLOGI...ini.:



Disadari, Proses Belajar Mengajar (PBM) Adat mulok keminangkabauan tanpa guru adat merupakan tantangan besar dalam pelestarian budaya, terutama dalam mata pelajaran Muatan Lokal seperti Budaya Alam Minangkabau (BAM). Kondisi ini umumnya terjadi karena kurangnya tenaga pendidik yang memiliki latar belakang atau sertifikasi khusus di bidang adat dan kebudayaan.Ketika sekolah harus menjalankan PBM Adat tanpa adanya guru adat formal, berikut adalah beberapa solusi taktis dan strategi pengganti yang bisa diterapkan:

1. Optimalisasi Falsafah Budaya Prinsip Alam Takambang Jadi Guru: Adat Minangkabau mengajarkan bahwa lingkungan sekitar adalah sumber ilmu utama.

2. Pembelajaran tidak harus terpaku pada teks di dalam kelas, melainkan mengamati fenomena sosial dan alam di lingkungan sekitar.

3. Memanfaatkan Sumber Daya Alternatif Melibatkan Tokoh Masyarakat (Niniak Mamak): Sekolah dapat mengundang tokoh adat, parik paga, atau mamak kaum ke sekolah sebagai guru tamu secara berkala.

4. Digitalisasi Materi Adat: Menggunakan media pembelajaran modern seperti video dokumenter adat, rekaman pasambahan, podcast budaya, atau modul digital yang kredibel.

5. Bahan Ajar Berbasis Kurikulum Nagari: Menyusun panduan atau buku saku lokal yang disepakati oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat sebagai pegangan guru umum.

6. Strategi Pembelajaran Kreatif untuk Guru Umum Jika guru yang mengajar adalah guru kelas biasa (bukan pakar adat), fokus pembelajaran dapat dialihkan ke ranah implementasi praktis:Fokus pada Karakter dan Etika: Menanamkan nilai dasar seperti Adat Sopan Santun, Baso-Basi, dan konsep Sumbang Duo Baleh (perilaku yang harus dihindari).Metode Studi Kasus: Mengajak siswa mendiskusikan masalah sehari-hari di lingkungan mereka dan menyelesaikannya menggunakan sudut pandang norma atau hukum adat setempat.Praktik Langsung: Mengadakan simulasi acara adat sederhana, latihan pidato adat (pasambahan), atau mengenali pakaian adat dan fungsinya.

Semoga bermanfaat 

Teks catatan tersebut disunting agar tampil rapi, terstruktur, dan nyaman dibaca untuk publikasi di situs web. Penulisan ejaan disesuaikan dengan aturan Bahasa Indonesia (PUEBI/EYD) tanpa mengubah isi utama dan gagasan tulisan.

Langkah Strategis PBM Adat Minangkabau Tanpa Guru Adat
Catatan: Muhammad Jamil, S.Ag., Labai Sampono

(Penulis & Pengurus LKAAM Sumatra Barat)

Pasca-terbitnya UU No. 17 Tahun 2022 yang menegaskan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta Adat Salingka Nagari di Sumatra Barat, peluang untuk memajukan adat budaya Minangkabau terbuka lebar. Namun, tantangan baru muncul di lapangan: keterbatasan guru profesional bersertifikasi di bidang adat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran lahirnya pembelajaran adat bernuansa "cocokologi". Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) Muatan Lokal (Mulok) seperti Budaya Alam Minangkabau (BAM) tanpa pendidik berlatar belakang adat memang menjadi tantangan besar.

Sebagai langkah antisipasi, berikut adalah solusi taktis dan alternatif strategi yang dapat diterapkan sekolah saat harus menjalankan PBM Adat tanpa keberadaan guru adat formal.

1. Optimalisasi Falsafah Alam Takambang Jadi Guru
Adat Minangkabau mengajarkan bahwa lingkungan sekitar adalah sumber ilmu utama.

Pembelajaran tidak boleh terpaku hanya pada teks di dalam kelas.

Siswa diajak aktif mengamati fenomena sosial, tradisi, dan tata kehidupan di lingkungan nagari mereka.

2. Pemanfaatan Sumber Daya Alternatif
A. Melibatkan Tokoh Masyarakat (Niniak Mamak)
Sekolah dapat mengundang tokoh adat, parik paga, atau mamak kaum ke sekolah sebagai guru tamu (guest lecturer) secara berkala.

B. Digitalisasi Materi Adat
Memanfaatkan media pembelajaran modern, seperti:

Video dokumenter prosesi adat

Rekaman pasambahan

Podcast kebudayaan

Modul digital dari sumber yang kredibel

C. Bahan Ajar Berbasis Kurikulum Nagari
Menyusun panduan atau buku saku lokal yang telah disepakati oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) setempat sebagai pegangan resmi bagi guru umum.

3. Strategi Pembelajaran Kreatif untuk Guru Umum
Jika pengajar adalah guru kelas biasa (bukan pakar adat), fokus PBM dialihkan pada ranah implementasi praktis:

Penguatan Karakter dan Etika: Menanamkan nilai dasar seperti sopan santun, baso-basi, dan pemahaman terhadap Sumbang Duo Baleh (12 perilaku yang harus dihindari).

Metode Studi Kasus: Mengajak siswa mendiskusikan persoalan sehari-hari di lingkungan sekitar, lalu memecahkannya menggunakan sudut pandang norma dan hukum adat setempat.

Praktik Langsung: Mengadakan simulasi acara adat sederhana, latihan pidato adat (pasambahan), serta mengenali jenis pakaian adat beserta fungsinya.

Langkah-langkah di atas diharapkan menjadi solusi konkret agar pembelajaran adat di Sumatra Barat tetap berjalan berbobot, autentik, dan bermakna meskipun berada dalam keterbatasan tenaga pendidik formal.

Semoga bermanfaat.
Via adat budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar


kato Mandaki

  • budaya minang

Total Tayangan Halaman

Featured Post

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS

adm- Oktober 07, 2026 0
Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS
KATONANAMPEK,Bukittinggi-- Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mewujudkan keluarga yang harmonis, kokoh dan berlandaskan nilai-nil…

arsip

  • 202666

Cari Blog Ini

Most Popular

Kemenag Bukittinggi Terima Kunjungan PLN UP3, Perkuat Sinergi Program Kemaslahatan Umat

Kemenag Bukittinggi Terima Kunjungan PLN UP3, Perkuat Sinergi Program Kemaslahatan Umat

Juli 30, 2026
Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemenag Bukittinggi Gelar Monev Keluarga Sakinah di KUA MKS

Oktober 07, 2026
NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA

NAN AMPEK DALAM HADIS AGAR RUKUN BADUNSANAK& TERHIDAR DARI NERAKA

September 26, 2026
katonanampek.com

Tentang Kami

Media Informasi, edukasi, dan inspirasi yang menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan, peluang, dan perkembangan terkini. Dengan semangat profesionalisme dan inovasi, kami terus berupaya menghadirkan konten yang informatif, mencerdaskan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembaca di seluruh Indonesia. .

Contact us: adm@detikjamgadang.com
Copyright©2026 katonanampek.com